STAI Mau'izhah Tanjung Jabung Barat kembali menegaskan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) bagi mahasiswa Angkatan 2022. Program pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung selama kurang lebih empat bulan, mulai Oktober 2025 hingga Januari 2026, dengan proses penempatan dan penjemputan mahasiswa yang berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.
KUKERTA menjadi salah satu mata kuliah wajib yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai keislaman secara langsung di tengah masyarakat. Selama masa pengabdian, mahasiswa melaksanakan berbagai program kerja yang disusun berdasarkan kebutuhan dan potensi desa, meliputi bidang pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan ekonomi, serta pembinaan generasi muda.
Pada pelaksanaan KUKERTA Tahun 2025, mahasiswa ditempatkan di tiga desa, yaitu:
Posko Desa Sungai Terap, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Muhammad Sanusi, S.Ag., M.Pd.
Posko Desa Makmur Jaya, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Muhlisin, S.Sos., M.Pd.
Posko Desa Suko Awin Jaya, Kabupaten Muaro Jambi, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Syafrudin, S.E., M.Si.
Selama pelaksanaan KUKERTA, para dosen pembimbing lapangan secara aktif melakukan monitoring, evaluasi, serta pendampingan kepada mahasiswa agar setiap program kerja dapat terlaksana sesuai dengan tujuan pengabdian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Berbagai kegiatan berhasil direalisasikan oleh mahasiswa di masing-masing desa, mulai dari pembinaan keagamaan, kegiatan pendidikan bagi anak-anak, pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, gotong royong, penyuluhan, hingga penyelenggaraan kegiatan sosial dan keagamaan yang mendapat apresiasi dari pemerintah desa serta masyarakat setempat.

Ketua STAI Mau'izhah Tanjung Jabung Barat, Dr. Ahmad Ridwan, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan atas dedikasi dan kerja keras selama menjalankan program KUKERTA.
Beliau menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan KUKERTA tidak hanya diukur dari terselenggaranya berbagai program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun komunikasi, kerja sama, dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
"KUKERTA merupakan laboratorium kehidupan bagi mahasiswa. Di tengah masyarakat mereka belajar memimpin, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penempatan hingga penjemputan mahasiswa, dapat berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa maupun masyarakat," ungkap Dr. Ahmad Ridwan.
Masing-masing dosen pembimbing lapangan juga memberikan arahan dan evaluasi secara berkala sehingga mahasiswa mampu menjalankan setiap program dengan penuh tanggung jawab. Sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaan KUKERTA Tahun 2025.
Pada akhir masa pengabdian, proses penjemputan mahasiswa dari ketiga lokasi berlangsung dengan lancar. Pemerintah desa beserta masyarakat menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa STAI Mau'izhah Tanjung Jabung Barat yang telah berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan selama berada di desa.
Keberhasilan pelaksanaan KUKERTA Tahun 2025 menjadi bukti bahwa mahasiswa STAI Mau'izhah tidak hanya dibekali kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat pengabdian, dan kemampuan beradaptasi dengan kehidupan masyarakat. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menjadi lulusan yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

.jpeg)
