Jambi, 19 Agustus 2026 — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Mau’izhah Tanjung Jabung Barat terus memperluas jejaring akademik sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan program studi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Kegiatan berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Dalam kesempatan tersebut, Prodi PAI STAI Mau’izhah Tanjung Jabung Barat diwakili langsung oleh Ketua Program Studi, Fatniaton Adawiyah, S.Pd.I., M.Pd. Sementara dari Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi diwakili langsung oleh Ketua Program Studi, Dr. Muhammad Qodri, S.Pd.I., M.Pd.I.
Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam membangun hubungan kelembagaan dan akademik antara kedua program studi. Melalui PKS tersebut, kedua pihak memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, seminar dan diskusi ilmiah, maupun kegiatan akademik lainnya.
Sama-Sama Berkembang, Saling Menguatkan
Menariknya, kerja sama ini mempertemukan dua program studi yang sama-sama berada dalam fase pengembangan. Prodi PAI STAI Mau’izhah Tanjung Jabung Barat terus melakukan penguatan kelembagaan dan mutu akademik, sementara Program Studi Magister PAI Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi juga masih tergolong baru.
Namun, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang untuk membangun kolaborasi. Justru, kesamaan fase perkembangan tersebut dapat menjadi modal untuk tumbuh bersama melalui pertukaran pengalaman, gagasan, dan sumber daya akademik.
Kerja sama sejak tahap awal perkembangan program studi dinilai penting karena dapat membangun budaya akademik yang terbuka terhadap kolaborasi serta menciptakan jejaring yang berkelanjutan.
“Meskipun Prodi PAI STAI Mau’izhah dan Prodi Magister PAI Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sama-sama masih dalam tahap pengembangan, hal tersebut tidak mengurangi semangat untuk berkolaborasi. Justru ini menjadi kesempatan untuk saling menguatkan, saling belajar, dan bersama-sama membangun kualitas Pendidikan Agama Islam yang lebih baik,” ungkap Fatniaton Adawiyah, S.Pd.I., M.Pd.
Menurutnya, sebuah program studi tidak harus menunggu menjadi besar terlebih dahulu untuk membangun jejaring akademik. Kolaborasi justru dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat proses pengembangan dan peningkatan mutu.
Membangun Ekosistem Akademik PAI
Sementara itu, Dr. Muhammad Qodri, S.Pd.I., M.Pd.I. menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi, menurutnya, dapat menjadi sarana untuk memperluas ruang akademik dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi mahasiswa maupun dosen.
Kerja sama antara Prodi PAI STAI Mau’izhah dan Magister PAI Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen PKS, tetapi dilanjutkan dengan program-program konkret yang memberikan dampak terhadap pengembangan akademik kedua institusi.
Beberapa peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan antara lain seminar dan konferensi ilmiah, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran narasumber, pengembangan kompetensi dosen, diskusi akademik, serta kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa.
Kolaborasi sebagai Investasi Jangka Panjang
Bagi Prodi PAI STAI Mau’izhah Tanjung Jabung Barat, terjalinnya PKS ini menjadi bagian dari strategi untuk membangun jejaring akademik yang lebih luas. Sementara bagi Prodi Magister PAI Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, kerja sama tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperluas mitra dan membangun ekosistem akademik Pendidikan Agama Islam.
Kedua program studi memiliki peluang untuk saling melengkapi. Pengalaman penyelenggaraan pendidikan pada jenjang sarjana dapat menjadi ruang pertukaran praktik akademik, sementara lingkungan Pascasarjana dapat memberikan perspektif pengembangan keilmuan dan penelitian yang lebih mendalam.
Dengan demikian, status sebagai program studi yang relatif baru bukanlah batasan, melainkan momentum untuk membangun fondasi kerja sama yang kuat sejak awal.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya berbagai program kolaboratif yang mampu meningkatkan kualitas akademik, memperluas jejaring kelembagaan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam di tengah tuntutan pendidikan yang terus berkembang.
Dua program studi yang sedang bertumbuh, dipertemukan dalam satu semangat: belajar bersama, berkembang bersama, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan Pendidikan Agama Islam.

.jpeg)
